Kamis, 14 Juni 2012

MAGNETIC PARTICLE TEST



       I.            TUJUAN
Uji magnetic particle di gunakan untuk mendeteksi diskontinuitas pada surface, serta sub surface yang terlalu kecil untuk diliat dengan mata telanjang. Teknik ini banyak digunakan akan tetapi hanya pada bahan yang bersifat ferro magnetik.

    II.            DASAR TEORI


  Kemampuan sebuah magnet untuk menarik atau menolak terpusat  pada daerah yang dinamakan KUTUB.Kutub utara dan selatan memperlihatkan daya tarik dan daya tolak seperti gambar.
              
   Dengan semua domain magnet yang tersusun , magnet batang menghasilkan gaya total yang sama dengan jumlah semua domain magnetnya.
Di bawah  ini yang dinamakan GARIS GAYA MAGNET yang membentuk sebuah rangkaian tertutup.
            
Semua garis-garis gaya magnet membentuk MEDAN MAGNET.
Garis-garis gaya magnet dari sebuah magne permanen memiliki sifat sebagai berikut :
1.       Membentuk rangkaian tertutup antara kutub utara dan selatan.
2.       Tidak memotong satu sama lainnya.
3.       Selalu mencari lintasan dengan tahanan magnetis yang terkecil.
4.       Kerapatannya berkurang dengan bertambahnya jarak dari kutub.
5.       Memiliki arah, menurut kesepakatan, dari kutub utara ke kutub selatan di luar magnet, dan dari kutub selatan ke kutub utara di dalam magnet.
Dalam pengujian Magnetic Particle Test, yoke yang digunakan harus mampu mangangkat beban sebesar 10 lb (5 kg).


 III.            KRITERIA PENERIMAAN
       Permukaan benda uji harus bebas dari :
1.    Indikasi linear relevan.
2.    Indikas  rounded relevan yang ukurannya lebih dari 3/16 in.(5mm).
3.    Ada  4 atau lebih  indikasi rounded relevan berderet  yang jarak kurang dari 1/16   (1,5 mm)
Dimana :
1.      Indikasi linear relevan adalah indikasi memanjang yang panjangnya >3x lebar
2.      Indikasi rounded relevan adalah indikasi yang berbenuk lingkaran / rounded dimana jika indikasi melebihi diameter 3/16in (5mm) maka benda uji dinyatakan reject.

 IV.            ALAT DAN BAHAN
Dalam melakukan uji Magnetic Particle, alat dan bahan yang harus dipersiapkan adalah:
1.      MT Set yang terdiri dari (Cleaner, WCP dan MP INK 7HF)
2.      YOKE dan Kabel
3.      Ghauss meter
4.      Lampu
5.      Light Meter
6.      Sikat baja
7.      Kain/ tisu
8.      Penggaris
9.      Prosedur uji


    V.            PROSEDUR PENGUJIAN
1.    Surface preparation ( persiapan permukaan ): membersihkan kotoran kotoran yang ada di permukaan  seperti korosi , sparter ,dan lain – lain .
2.    Equipment preparation ( persiapan alat ) : menyiapkan peralatan pengujian yang terdiri dari ( yoke, field indicator,  lampu, light meter, gauss meter, penggaris ,cairan 7Hf, procedur,  WCP,cleaner,kain majun dan  sikat baja).
3.    Pre cleaning  : membersihkan permukaan dengan cleaner dan tunggu beberapa saat sampai permukaan kering.  
4.    Aplikasi WCP : dengan cara menyemprot cairan tersebut pada permukaan benda uji dengan jarak kurang lebih secara merata dan tunggu sampai kering.
5.    Megnetisasi  : yoke di tempelkan ke benda uji dan di nyalakan.
6.    Magnetic particle aplication ( aplikasi magnetik partikel ) : di lakukan dengan metode continue , artinya setelah yoke dinyalakan dilanjutkan dengan penyemprotan 7Hf
     Pada benda uji yang di aliri magnet.
7.    Interpetasi dan evaluasi : mengamati berbagai macam indikasi yang terjadi pada benda uji baik itu linear indiction maupun rounded indication .
8.    Demagnetisasi : menghilangkan sisa magnet yang ada di dalam benda uji.
9.    Post cleaning :  membersihkan benda uji dari cairan WCP dan 7Hf.




 VI.            ANALISA PENGUJIAN

Pada tanggal  27 Februari 2012 dilakukan  pengujian NDT  jenis magnetic partikel test di laboratorium uji bahan.  Jenis material yang di uji yaitu Carbon steel A3 dengan dimensi  135 x 85 x 35 ( mm ) di las dengan proses SMAW , dengan lebar weld metal sebesar 3 mm.
Dari hasil pengujian menggunakan metode Magnetic Particle Test, dilakukan pengujian pada spesimen  benda uji dengan spesifikasi seperti disebutkan di atas.
Saat melakukan proses uji, banyak ditemukan indikasi pada benda kerja dengan jenis indikasi linear. Dari sekian banyak indikasi pada benda kerja, ukuran/pajang masing masing indikasi linear lebih dari 1,5 mm. Maka dari itu, sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan ASME Section V tentang Magnetic particle dimana indikasi linear yang panjangnya melebihi 1/16 Inchi (1,5mm), maka benda uji dinyatakan reject.



VII.            KESIMPULAN
Dari pengujian magnetik partikel yang dilakukan pada tanggal 27 februari 2012 dengan jenis material baja karbon A3 dan dilakukan dengan proses pengelasan SMAW.
Setelah diidentifikasi, banyak di temukan indikasi permukaan diantaranya indikasi linear relevan. Didalam code dijelaskan bahwa  tidak boleh ada  indikasi linear relevan pada produk dengan penyambungan Las.  jadi, material  yang di uji dengan Magnetic particle test  dinyatakan reject, hal ini dikarenakan ada linear indication relevan  pada weld metal dan itu tidak di perbolehkan sesuai dengan peraturan yang di tentukan.

VIII.            DAFTAR PUSTAKA
ASME V artikel 7 tentang magnetic particle examination
Training hand out “Magnetic Particle Testing”
M Munir,Moh dan Moh.Thoriq W. 2000. Modul Praktek Uji Bahan . Surabaya


 IX.            TUGAS KHUSUS

A. Ceritakan semua proses yang ilakukan pada saat pengujian Magnetic Particle
B. Jelaskan “PROSEDUR MAGNETIC PARTICLE EXAMINATION” meliputi :
Scope s/d procedure system peformed verification.

Jawaban :
A.       Saat melakukan pengujian magnetic particle, ada sejumlah tahapan yang harus di lalui hingga memperoleh sebuah diskontinuitas pada sebuah benda uji,yaitu:
1.    Persiapan alat dan bahan
2.    Mempersiapkan pencahayaan dengan menggunakan lampu dengan intensitas cahaya minimal 100 fc. Terutamma jika pengujian dilakukan di tempat yang minim pencahayaan.
3.    Persiapan permukaan benda uji dengan cara pembersihan dengan sikat baja, wire brush atau amplas.
4.    Pengaplikasian cleaner pada benda uji untuk menghilangkan kotoran seperti grease, oli, minyak dll. Pada permukaan benda uji.
5.    Mengukur kekuatan angkat yoke dimana berat minimal logam/ material yang dapat diangkat adalah sebesar 10 lb / 5 kg.
6.    Memuali uji magnetic partikel dengan cara  menyemprotkan WCP / White Contras Paint pada benda uji terutama pada bagian weld metal. Setelah pengaplikasian WCP, ditunggu hingga cairan agak mengering.
7.    Setelah cairan WCP yang disemprotkan pada permukaan benda uji dirasa cukup kering, kemudian yoke ditempelkan pada benda uji dengan arah vertikal terhadap weld metal (mengingat pengujian yang dilakukan pada weld metal).
8.    Saat yoke dinyalakan, pada saat itu juga cairan MP Ink 7HF disemprot pada area weld metal secara merata.
9.    Setelah disemprot cairan MP Ink, dilakukan proses pengamatan guna mengamati diskontinuitas yang mungkin akan muncul. Hal ini dikarenakan terdapat kebocoran medan magnet pada benda uji sehingga akan menimbulkan bekas pada surface benda uji.
10.     Yoke di lepas dari benda uji, lalu dilakukan pengamatan lebih lanjut dengan cara merecord diskontinuitas yang mungkin nampak pada benda uji dengan cara digambar pada selembar kertas. Jika indikasi yang muncul berbentuk rounded, maka akan dikeahui diameter indikasi tersebut. Sedangkan jika indikasi yang muncul berbentuk linear maka akan diketahui panjang indikasi tersebut.
11.     Setelah melakukan proses record, dilakukan pembersihan sisa cairan MP Ink dan WCP pada surface benda uji dengan menggunakan sikat baja dan cairan cleaner.
12.     Dilakukan proses demagnetisasi dengan caara yang telah di tentukan.


B.       PROSEDUR MAGNETIC PARTICLE EXAMINATION
1          1.SCOPE
1.1         Prosedur ini dibuat sebagai petunjuk proses pengujian magnetik partikel tes. Untuk mendeteksi indikasi diskontinuitas dibawah permukaan material ferro magnetik.
1.2          Prosedur ini dipakai di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya-ITS untuk tujuan praktikum. Segala macam penggunaan dengan tujuan lain bukan menjadi tanggung jawab POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA ITS.

2          2. APLICATION CODE
ASME VIII dan PV code section I, V, VIII, Div 1 dan Div 2, ASME B31.1, Latest edition and agenda.



 3. PROCEDURE
3.1 Kondisi Permukaan
     3.1.1 Persiapan permukaan dilakukan dengan cara di gerinda atau dengan mesin otomatis. Hal ini sangat penting karena dimana permukaan permukaan yang tidak rata dapat menutupi cacat diskontinuitas yang ada.

3.1.2 Pengujian magnetik partikel telah diatur pada daerah selebar 1inch. Material uji harus bebas dari kotoran, gemuk, minyak, flux, spater dan segala macam bentuk kotoran yang dapat mengganggu proses pengujian magnetik tes.

3.1.3 Pembersihan dapat dilakukan dengan menggunakan deterjen, pelarut organik, pembersih kerak, penghilang cat, uap pembersih, pasir, atau pembersihan dengan metode ultrasonik.

3.1.4 Prosedur magnetik partikel hanya mampu dan bisa dilakukan untuk material ferro.

3.2 System peformance Verification
3.2.1 keefektifan sisem pengujian maagnetik partikel, termasuk bahan peralatan, material dan pencahayaan harus diverifikasi pada awal interval periodik
3.2.2 yoke harus diuji menggunakan dead weight method
3.3.3 kekuatan mengangkat yoke sesuai nominal 4.2 pada jarak bobot maksimum

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar